Permasalahan KTP Yang Sering Terjadi Saat Daftar CPNS


Jakarta - Pada 28 Oktober 2019, telah di umumkan Pemerintah dalam hal ini oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Dan pendaftaran akan di buka pada tanggal 11 November 2019.

Terkait pembukaan pendaftaran CPNS 2019 ini, sejak saat ini masyarakatpun sangat antusias. Sehingga sampai dengan saat ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerima kurang lebih 50 pertanyaan dari calon peserta seleksi CPNS 2019. Diantara banyak pertanyaan yang ditanyakan pada admin BKN, yang sering  di tanyakan masyarakat ialah terkait penggunaan KTP sementara atau surat keterangan pengganti KTP, penggunaan surat keterangan lulus, dan akreditasi perguruan tinggi.

Dari semua pertanyaan masyarakat itu, Mohammad Ridwan (Kepala Biro Humas Badan  Kepegawaian Negara / BKN) menjelaskan sebagai berikut :

Calon pendaftar CPNS 2019 harus menyiapkan sejumlah dokumen yang di syaratkan oleh panitia seperti kartu keluarga (KK), akta kelahiran, KTP, ijazah dan pas foto yang berukuran 4x6.

"Semua dokumen ini harus di scan, di save dengan format JPEG/JPG dengan kapasitas ukuran gambar sebesar 200 KB", ujar Ridwan kepada wartawan.

Semua dokumen yang diperlukan di scan, tujuanya agar dokumen-dokumen tersebut bisa di simpan secara digital. Sehingga memudah para calon peserta tes CPNS saat membutuhkan dokumen tersebut.

Ridwan pun lanjut menjelaskan, bahwa banyak peserta seleksi CPNS yang kewalahan pada saat hari pendaftaran. Hal ini disebabkan administrasi para peserta tidak di siapkan dari jauh hari sebelum portal pendaftaran di buka. Sehingga banyak pelamar yang baru sibuk menyiapkan dokumen yang menjadi persyaratan pada saat di butuhkan saat itu.

Ridwan pun mengingatkan jangan sampai para pelamar lupa untuk melagalisir dokumen seperti fotokopi Ijazah dan Transkrip Nilai. Karena legalisir dokumen menjadi salah satu syarat pendaftaran CPNS 2019.

Untuk para calon pelamar yang masih menggunakan KTP sementara dalam bentuk Surat Keterangan itu boleh melakukan pendaftaran sebagai pengganti sementara dari KTP Asli. Penjelasan ini pun bisa anda lihat dalam laman BKN resmi terkait aturan penggunaan KTP sementara dari pelamar CPNS.

Untuk pelamar CPNS yang menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL). SKL bisa di gunakan namun pelamar harus menunggu informasi resmi dari instansi-instansi untuk memberikan Keterangan secara lengkap terkait syarat pendaftaran pada instansi tersebut.

Bagi pelamar formasi umum itu harus lulusan SMA/Sederajat yang sekolahnya terdaftar resmi di Kementrian dan Kebudayaan atau Kementrian Agama. Sedangkan untuk pelamar  dengan ijazah lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri, Program studinya harus sudah terakreditasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (BAN-PT).

Dan masalah pendaftaran yang paling rawan terjadi penolakan dokumen yaitu pada KTP dan KK  pelamar. kenapa hal demikian bisa terjadi ini karena NIK pada KTP dan KK pelamar tidak terdaftar di server Ditjen Dukcapil Kemendagri Pusat.

Maka dari itu Bima Haria (Kepala, Badan Kepegawaian Negara) mengatakan bahwa selain para pelamar menyiapkan Dokumen. Para pelamar juga harus melakukan validasi NIK dan KK karena ini menjadi syarat utama dalam melakukan pendaftaran pada Portal SSCN.

Untuk melakukan validasi NIK dan KK para pelamar jangan tanyakan di Disdukcapil kabupaten, kota atau provinsi tapi harus langsung menghubungi kantor pusat yaitu Ditjen Dukcapil Kemendagri.

"Sekarang kan sistem pelayanan masyarakat rata-rata, sudah sistem online. jadi jika terjadi masalah pada NIK dan KK, Ditjen Dukcapil Kemendagri telah menyiapkan kanal pengaduan online yang bisa lewat Email, sms atau lewat WhatsApp," kata Ridwan.

Tidak ada komentar untuk "Permasalahan KTP Yang Sering Terjadi Saat Daftar CPNS"

Berlangganan via Email